Senarai Kandungan
Penghargaan………………………………………………………………………………………………………………..
Isi kandungan:
i)Pendahuluan………………………………………………………………………………………………..
ii) Pengertian Hadis…………………………………………………………………………………………..
iii)Kewajipan
umat Islam terhadap Hadis………………………………………………………….
iv)Kepentingan
Sains dan Teknologi Dalam Islam……………………………………………
v)Dalil
Al-Quran……………………………………………………………………………………………….
vi)
Hadis yang Berkaitan Dengan Sains, Teknologi dan Kejuruteraan Islam………
vii)Link
Video…………………………………………………………………………………………………….
Rumusan……………………………………………………………………………………………………………………….
Rujukan………………………………………………………………………………………………………………………….
Lampiran………………………………………………………………………………………………………………………..
Penghargaan
Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum w.b.t . Ribuan terima kasih diucapkan kepada pensyarah
kami, Encik Saiful Nizam bin Mokhtar yang banyak membantu kami dalam
melaksanakan e-folio Sains, Teknologi dan Kejuruteraan Dalam Islam yang bertajuk ‘ Peranan Al-Hadis Sebagai
Sumber Rujukan Dalam bidang Sains , Teknologi dan Kejuruteraan Dalam Islam’
ini. Terima kasih yang tidak terhingga kepada rakan-rakan sekelas dan ahli
kumpulan kami kerana telah banyak membantu kami sepanjang menyiapkan e-folio
ini dan tidak lupa juga kepada pihak-pihak yang terlibat dalam berkongsi ilmu
tentang pengetahuan dalam Islam. Sebelum menutup kalam bicara, saya ingin
mengalungkan ucapan terima kasih kepada sesiapa sahaja yang terlibat mahupun
kumpulan ataupun individu dalam pembikinan e-folio ini secara sulit ataupun
tidak. Kesudian anda amat kami hargai. Sekian terima kasih.
1.Pendahuluan
Sains dan teknologi kejuruteraan tidak dapat dipisahkan
dengan bidang ilmudalam Islam.Dalam bidang sains, sains adalah satu usaha manusia
untuk menghuraikan sesuatu dengan tepat dan secara kuantitatif mengenai alam
tabi’I dan perjalanannya melalui pengamatan, hipotesis dan eksperimen
yangbenar.Antara konsep dalam sains adalah hukum, sebab dan akibat.Dalam hal
ini,sains dan Islam sama-sama berpegang kepada prisnsip bahawa ala mini
adalahbersifat konseptual iaitu sesuatu yang boleh difahami dan
dimengertikan.Bidang sains sendiri belum menemui kebenaran yang sejati dan
hakiki.Tradisi Islam adalah untuk melahirkan para sainstis berteknologi muslim
yangberiman dan berahklak dan Islam menolak kemajuan teknologi tanpa akhlak
dansains yang menolak spiritual. Sains dalam pandangan Barat beranggapan
sumberwahyu tidak diperlukan berasaskan kepada prinsip logos dan mitos.Logos
adalahsatu penemuan yang paling ampuh hasil dari eksperimen manakala mitos
pulaumpama khayalan yang tidak wujud dan tidak dapat dibuktikan secara tepat
dan konkrit
2.Pengertian
hadis
Hadits adalah segala perkataan (sabda),
perbuatan dan ketetapan dan persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan
ketetapan ataupun hukum dalam agama Islam. Hadits dijadikan sumber hukum dalam
agama Islam selain Al-Qur'an, Ijma dan Qiyas, dimana dalam hal ini, kedudukan
hadits merupakan sumber hukum kedua setelah Al-Qur'an.
Ada banyak ulama periwayat hadits, namun
yang sering dijadikan referensi hadits-haditsnya ada tujuh ulama, yakni Imam
Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Daud, Imam Turmudzi, Imam Ahmad, Imam Nasa'i,
dan Imam Ibnu Majah.
3.Kewajiban
umat islam terhadap hadis
Perbuatan-perbuatan
yang dilakukan oleh Rasulullah SAW menjadi tauladan bagi umat manusia. Dalam
sebuah hadis disebutkan bahwa beliau diutus untuk menyempurnakan akhlaq dan
budi pekerti manusia. Kebiasaan-kebiasaan kaum muslimin pada masa sahabat
adalah mengambil hukum-hukum syariat islam dari Al-Quran dan sunnah Rasulullah
SAW. Begitu pula dengan Amirul Mu'minin sampai para wali mahu pun
pejabat-pejabat pemerintah lainnya.
Kaum muslim sepakat bahwa hadis merupakan
hukum yang kedua setelah Al-Quran. Hal ini berdasarkan kepada kesimpulan yang
diperoleh dari dalil-dalil yang memberi petunjuk tentang kedudukan dan fungsi
hadis. Maka dengan demikian kewajipan umat islam hadis harus dijadikan hukum
(hujjah) dalam melaksanakan perintah Al-Quran yang masih bersifat Ijma dan
hadis sebagai penjelas untuk melaksanakannya. Melaksanakan apa yang dicontohkan
oleh Rasulullah SAW berarti mentaati perintah-perintah Allah.
4.Kepentingan sains dan teknologi dalam islam
1.Membantu Manusia Mengenali Allah Sebagai Pencipta
- Ayat al-Quran banyak menyebut dan menggalakkan kita manusia untuk berfikir, menyelidik dan mengkaji. Penyelidikan Islam adalah berasaskan kepada wahyu Allah membawa setiap kajian ke arah satu kepuasan yang telah ditentukan iaitu dengan menunjukkan tanda-tanda kekuasaan Allah yang menjadikan segalanya.
- Kewujudan alam ini adalah sebagai tanda kewujudan dan kebesaran pencipta.Firman Allah swt dalam Surah ‘Ali ‘imran yang bermaksud “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (kekuasaan, kebijaksanaan dan keluasan rahmat Allah) bagi orang-orang yang berakal”. (Surah ‘Ali ‘Imran : 190)
2.Membantu Manusia Supaya Bertafakkur.
- Penyelidikan sains teknologi dalam Islam akan membawa seseorang kepada sifat-sifat tafakkur dan memberi kesedaran kepada manusia melalui penggunaan akal.
- Penyelidikan sains melalui wahyu-wahyu membawa kepada penerimaan kebesaran Allah SWT seperti yang dijelaskan dalam Al-Quran surah Al-Baqarah iaitu
- Maksudnya :
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam
dan siang, bahtera yang belayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia,
dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia
hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala
jenis haiwan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan
bumi; sungguh terdapat tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang
memikirkan”
(Surah
Al-Baqarah : 164)
3.Supaya manusia mampu menentukan dan membuat
ramalan akan sesuatu perkara.
·
Menentukan tarikh dengan melakukan pencerapan iaitu mencerap bulan akan
dapat memberi ketentuan contohnya dalam tarikh awal puasa, tarikh awal bulan
dan lain-lain.
·
Manusia dapat menggunakan akalnya dengan pengetahuannya untuk meramal
sesuatu perubahan cuaca
5.Dalil
Al Quran
Tidakkah kamu perhatikan bahawa Allah memudahkan untuk
kemudahan mu apa yang ada di langit dan di bumi telah memudahkan untuk kegunaan
kamu apa yang ada di langit dan di bumi dan telah melimpahkan kepada kamu
nikmat nikmatnya yang zahir dan batin “ ( Surah Luqman : 20 )
قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ
وَالْجِنُّ عَلَى أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَذَا الْقُرْآَنِ لَا يَأْتُونَ
بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا
“Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul
untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat
yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi
sebagian yang lain.”” (QS. Al-Isra’: 88)
أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا
أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا
مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ
“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit
dan bumi keduanya dahulu menyatu kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan
Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air, maka mengapa mereka
tidak beriman?” (QS. AL- ANBIYA: 30)
Ayat tersebut berkaitan dengan “Big bang theory” yaitu teori
terbentuknya alam semesta yang menyatakan bahwa pada awalnya alam semesta
merupakan satu kesatuan, kemudian terjadi ledakan besar yang menghasilkan
pecahan-pecahan dan meluas. Teori Big Bang ini adalah teori penciptaan bumi
yang paling diakui di era modern. Sebelumnya muncul teori bahwa alam ini statis
sejak awal terciptanya. Lalu pada tahun 1929, Ahli astronomi dari Amerika,
Edwin Hubble mengemukakan tentang teori Big Bang. Teori ini berawal dari
pengamatan Bubble pada bintang-bintang dengan menggunakan teleskop raksasa.
Ketika itu ia menemukan bahwa bintang-bintang itu memancarkan cahaya merah
sesuai dengan jaraknya. Hal ini berarti bahwa bintang-bintang ini “bergerak
menjauhi” kita. Sebab, menurut hukum fisika yang diketahui, spektrum dari
sumber cahaya yang sedang bergerak mendekati pengamat cenderung ke warna ungu,
sedangkan yang menjauhi pengamat cenderung ke warna merah. Selama pengamatan
oleh Hubble, cahaya dari bintang-bintang cenderung ke warna merah. Ini berarti
bahwa bintang-bintang ini terus-menerus bergerak menjauhi kita.
Waktu
Relatif
يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مِنَ السَّمَاءِ
إِلَى الْأَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ أَلْفَ
سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ
“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan)
itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut
perhitunganmu” (QS. Al-Sajadah: 05)
تَعْرُجُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ
إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ
“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan
dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun” (QS. Al-Ma’arij: 04)
Kedua ayat di atas berkaitan dengan temuan bahwa waktu akan
berjalan lebih lambat seiring dengan kecepatan cahaya. Semakin kita bergerak
dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya maka semakin lambat pergerakan
waktu kita. Teori ini dikemukakan oleh Einstein dimana telah dilakukan
penelitian menggunakan dua buah jam atom: jam A dan jam B. Jam A disimpan di
bumi, sedangkan jam B dibawa keliling dunia via pesawat jet. Hasilnya? Setelah
sampai di bumi lagi, Jam B menunjukkan keterlambatan waktu sepersekian juta
detik terhadap jam A.
Lapisan
Atsmosfera
الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَوَاتٍ
طِبَاقًا مَا تَرَى فِي خَلْقِ الرَّحْمَنِ مِنْ تَفَاوُتٍ فَارْجِعِ الْبَصَرَ
هَلْ تَرَى مِنْ فُطُورٍ
“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu
sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang
tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang
tidak seimbang?” (QS. Al-Mulk: 03)
Ilmu pengetahuan modern menemukan bahwa atmosfer terdiri
dari tujuh lapisan, yaitu: troposfer, stratosfer, ozonesfer, mesosfer,
termosfer, ionosfer, dan eksosfer. Sehingga bahasa tujuh langit tersebut
menunjuk pada tujuh lapisan atmosfer.
Lapisan Bumi
اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ
سَمَوَاتٍ وَمِنَ الْأَرْضِ مِثْلَهُنَّ
“Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu
pula bumi”(QS. Al-Thalaq: 12)
Dalam ayat ini, disamping menjelaskan tentang lapisan
langit, Allah juga menjelaskan tentang jumlah lapisan bumi, yakni 7 lapis
sebagaimana jumlah lapisan langit. Dalam sains modern disebutkan bahwa bumi
terdiri dari tujuh lapis. Teori sebelumnya menyebutkan bahwa bumi terdiri dari
tujuh lapis. Kemudian US Geological Survey mengemukakan bahwa bumi terdiri dari
tujuh lapis. Ketujuh lapis tersebut adalah: 1). Kerak Samudera yang ketebalan
berkisar 5 sampai 15 KM. 2). Kerak Benua yang ketebalan berkisar antara 30
sampai 35 KM. 3). Selubung atas (upper mantle), ketebalan lapisannya 34-400 KM.
4). Selubung transisi, yang mempunyai ketabalan
400-700 KM. 5). Selubung bawah (lower mantle) yang memiliki ketabalan
700-2900 KM. 6). Inti luar (outer core), ketebalannya mencapai 2900 sampai 5100
KM. 7). Inti dalam (inner core), ketebalannya adalah antara 5100 sampai 6370
KM.
Proses terjadinya hujan
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُزْجِي
سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُ ثُمَّ يَجْعَلُهُ رُكَامًا فَتَرَى الْوَدْقَ
يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِ وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ جِبَالٍ فِيهَا مِنْ
بَرَدٍ فَيُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَصْرِفُهُ عَنْ مَنْ يَشَاءُ يَكَادُ سَنَا
بَرْقِهِ يَذْهَبُ بِالْأَبْصَارِ
“Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian
mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih,
maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga)
menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan
awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu
kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang
dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan
penglihatan.”(QS. Al-Nur: 43)
Berdasarkan ayat tersebut, ada tiga tahap turunnya hujan,
yaitu: adanya angin yang menggerakkan awan, berkumpulnya awan, terjadinya
hujan. Berdasarkan pengamatan radar, memang ada tiga tahap terjadinya hujan,
dan hal itu sama dengan yang dijelaskan dalam Qur’an
Dicatat oleh another anonymous di 12:04 PG
6. HADIS
YANG BERKAITAN DENGAN SAINS, TEKNOLOGI & KEJURUTERAAN ISLAM
Dalam kisah
Isro’ dan Mi’roj juga terdapat isyarat kepada teknologi pengangkutan. Di mana
ketika kisah ini diceritakan kepada manusia ketika itu, masyarakat manusia
mentertawakan Rasulullah s.a.w dan menuduhnya sebagai orang gila. Kerana
perjalanan dari Mekah ke Jerussalem ketika itu bila menaiki unta yang tercepat
sekalipun tetap mengambil masa 2 bulan untuk perjalanan pergi balik. Namun
Rasulullah s.a.w mengaku melakukannya hanya dalam tempoh kurang
dari semalaman. Padahal hal ini tidak mustahil bila kita memperhatikan
kelajuan kendaraan yang dinaiki Rasulullah s.a.w:
ثُمَّ أُتِيتُ بِدَابَّةٍ أَبْيَضَ يُقَالُ لَهُ
الْبُرَاقُ فَوْقَ الْحِمَارِ وَدُونَ الْبَغْلِ يَقَعُ خَطْوُهُ عِنْدَ أَقْصَى
طَرْفِهِ فَحُمِلْتُ عَلَيْهِ ثُمَّ انْطَلَقْنَا حَتَّى أَتَيْنَا السَّمَاءَ
الدُّنْيَا
“Kemudian aku didatangi binatang yang disebut Buroq, yang
lebih tinggi dari keledai namun lebih pendek dari Baghol, yang setiap langkah
kakinya adalah sejauh batas pandangan mata. Aku diba wa di atasnya, kemudian
kami pergi hingga kami mendatangi langit dunia.” ( HR. Ahmad, Al-Bukhori,
Muslim dan lain-lain )
Hadits ini meriwayatkan akan adanya teknologi pengangkutan dengan kelajuan yang
tinggi, baik kenderaan darat mahupun udara seperti pesawat dan
kapal terbang.
Sebelum berkembangnya ilmu arkeologi yang mencatat dengan penemuan fosil-fosil haiwan
yang bersaiz besar yang dikenali sebagai dinasaur, Rasulullah s.a.w telah
meriwayatkan :
خَلَقَ اللَّهُ آدَمَ عَلَى صُورَتِهِ طُولُهُ
سِتُّونَ ذِرَاعًا … فَلَمْ يَزَلْ الْخَلْقُ يَنْقُصُ بَعْدُ حَتَّى الآنَ
“Allah telah menciptakan Adam berdasarkan
saiz,tingginya 60 hasta … maka makhluk akan selalu berkurang ( menyusut
ukurannya ) sampai hari ini.” ( HR. Ahmad, Bukhori dan Muslim )
Hadits ini memberitahu bahawa manusia pada zaman Nabi Adam a.s tingginya
hingga 60 hasta. Sehingga wajar bilahaiwan-haiwan yang dikenali sebagai
dinosaur boleh mencapai panjang berbelasan meter. Namun semua makhluk
terus menyusut dalam ukurannya hingga berakhir penyusutan ukuran itu pada
zaman ini, iaitu zaman Rasulullah s.a.w. Hadits ini juga membantah teori evolusi
Darwin yang sama sekali tidak ilmiah.
Puluhan abad sebelum adanya teknologi televisyen, Al-Qur’an sudah menceritakan
tentang adanya televisyen, sebagaimana disebutkan dalam kisah Ratu Balqis
bersama Nabi Sulaiman :
فَلَمَّا رَأَتْهُ حَسِبَتْهُ لُجَّةً وَكَشَفَتْ
عَن سَاقَيْهَا قَالَ إِنَّهُ صَرْحٌ مُّمَرَّدٌ مِّن قَوَارِيرَ
“Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam
air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya. Berkatalah Sulai man:
“Sesungguhnya ia adalah istana yang mengkilap yang terbuat dari kaca.” ( Qs.
An-Naml : 44 )
Iaitu Ratu Balqis mengiranya sebagai kolam air yang besar kerana memang nampak
seperti demikian. Benda yang seperti itu pada zaman sekarang dikenal sebagai TV
yang skrinnya adalah kaca.
7.Link
video
Rumusan
Secara keseluruhan, Hadis adalah
segala perkataan(sabda) , perbuatan dan ketetapan serta persetujuan dari
Baginda Rasulullah S.A.W yang dijadikan ketetapan ataupun hokum dalam agam
Islam. Hadis dijadikan sumber hukum dalam agama Islam selain Al-Quran, Ijma’
dan Qias, dimana dalam hal ini kedudukan hadis merupakan hukuman kedua setelah
Al-Quran. Pada hari ini, terdapat banyak kajian yang merungkaikan ketetapan fakta
yang diceritakan dalam hadis dan sekaligus membuktikan bahawa ajaran Islam adalah ajaran yang benar dan datangnya dari
Tuhan Semester Alam. Ini membuktikan bahawa peranan Al-hadis dalam perkembangan
ilmu dan teknologi amat besar. Sebagai seorang muslim, kita seharusnya
mengambil cakna mengenai hadis yang telah dibuktikan dengan penemuan sains. Sebagai
seorang manusia yang dikurniakan akal, seharusnya bijak membezakan perkara yang
bermanfaat dan sebaliknya.
Rujukan
1.
Buku
rujukan Sains, Teknologi dan Kejuruteraan dalam Islam.
2.
Buku
rujukkan apa itu undang-undang Islam.
3.
Buku
rujukan sejarah tamadun Islam
4.
Buku
rujukan mari mengenali tamadun Hadis
Lampiran





